7 Alasan Mengapa Catur Termasuk Olahraga
7 Alasan Mengapa Catur Termasuk Olahraga

7 Alasan Mengapa Catur Termasuk Olahraga

Daftar Isi

Mengenal Apa Itu Olahraga Catur

permainan catur

Olahraga adalah sebuah kegiatan yang identik dengan aktivitas yang dapat mengeluarkan keringat. Olahraga juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Tapi apakah Sobat Ourena bisa membayangkan olahraga yang tidak mengeluarkan keringat? Yapp, jawabannya adalah olahraga catur.

Tapi apakah catur termasuk olahraga? Karena yang kita ketahui catur lebih menguras otak daripada tenaga. Selain itu, catur juga dilakukan dengan duduk dan bisa dibilang jauh berbeda dengan olahraga lainnya.

Sebelum masuk ke pembahasan, alangkah baiknya Sobat Ourena terlebih dahulu untuk mengetahui apa itu catur? Menurut Wikipedia catur (Chess) adalah permainan papan strategi dua orang yang dimainkan pada sebuah papan kotak-kotak yang terdiri dari 64 kotak, yang disusun dalam petak 8×8, yang terbagi sama rata (masing-masing 32 kotak) dalam kelompok warna putih dan hitam. Permainan ini dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Catur diyakini berasal dari permainan India, chaturanga (yang menjadi asal nama catur), sekitar abad ke-7. Chaturanga juga diperkirakan merupakan nenek moyang dari permainan strategi serupa yang berasal dari Dunia Timur, seperti xiangqi (catur Cina), janggi (catur Korea), dan shogi (catur Jepang). Catur mencapai Eropa pada abad ke-9, saat terjadi penaklukan Hispania oleh Umayyah. Buah-buah catur tersebut diperkirakan mendapat bentuknya yang dikenal saat ini pada akhir abad ke-15 di Spanyol, sedangkan aturan catur modern distandardisasi pada abad ke-19.

Jadi Apakah benar catur masuk dalam kategori olahraga? Dari pada Sobat Ourena penasaran langsung saja ini dia 7 alasan mengapa catur termasuk olahraga versi Ourena Sport:

7 Alasan Mengapa Catur Termasuk Olahraga

Pernahkah Sobat Ourena bingung ketika ada seseorang yang bertanya, “Kenapa catur dianggap sebagai cabang olahraga ya? Kan pemainnya cuma duduk.” Tenang, ada Rena di sini yang akan memberikan solusi untuk jawaban di atas, setelah Sobat membaca artikel ini, Rena jamin para Sobat Ourena sekalian tidak akan kebingungan lagi menjawab pertanyaan itu. Rena sudah merangkumnya menjadi 7 alasan mengapa catur termasuk olahraga, yaitu sebagai berikut:

1. Catur Membutuhkan Keterampilan

Catur Termasuk Olahraga

Jika kita bandingkan dengan olahraga lain seperti sepak bola misalnya, pesepakbola yang harus belajar mengendalikan dan menendang bola, pemain catur pun harus belajar dengan tekun untuk mengingat langkah pembuka, mempelajari strategi yang dipakai oleh para grandmaster, dan berbagai macam hal lainnya. Intinya, untuk memenangkan pertandingan catur, kamu butuh strategi dan keterampilan. Di olahraga ini, kamu tidak bisa sepenuhnya mengandalkan keberuntungan.

2. Catur Memiliki Peraturan dan Etika

Perlu Sobat Ourena ketahui bahwa peraturan catur sudah diakui secara internasional loh. Seperti olahraga lainnya, catur memiliki peraturan dan protokol yang menjelaskan bagaimana seorang pemain harus memperlakukan lawannya. Sebelum bertanding, misalnya, pemain catur harus menjabat tangan masing-masing; mereka harus memperlakukan lawan dengan hormat; mereka tidak boleh mengganggu lawan; dan kalau kalah, pemain catur tidak boleh kehilangan kendali dan, misalnya, melempar buah catur atau menjungkirbalikkan papan permainan.

Bukan hanya sepak bola dan basket yang punya peraturan soal doping, catur juga punya lho. Setiap pemain yang berpartisipasi dalam pertandingan resmi akan dites apakah mereka mengonsumsi zat atau obat yang akan memberikan mereka keuntungan kompetitif.

3. Catur Olahraga Otak yang Membutuhkan Strategi

Catur Termasuk Olahraga

Olahraga satu ini memang dikenal sebagai orang olahraga otak, yang menurut pandangan umum bahwa catur mampu melatih kemampuan otak. Adapun banyak penelitian yang mengklaim hal tersebut, bahwa permainan ini berkaitan erat pada perkembangan kemampuan otak. Dalam catur, otaklah anggota tubuh yang berperan. Energy yang dibutuhkan dalam bermain catur sangat tinggi bila pemain serius dalam permainan.

Catur sendiri bisa disebut olahraga strategi. Di olahraga ini mengatur strategi sangat penting karna disinilah puncak pertempuran yang sebenarnya. Strategi yang dilakukan bukan hanya semata melakukan penyerangan tapi juga melihat pergerakan lawan dan tetap menjaga pertahanan.

4. Catur Mendapatkan Pengakuan Olimpiade dan Eropa

catur

Catur telah diakui sebagai olahraga oleh Komite Olimpiade Internasional sejak tahun 2000. Itu adalah acara di Asian Games pada tahun 2006 di Doha dan di Guangzhou pada tahun 2010. Catur juga dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam Pan-American Games. Tokyo sedang mempersiapkan tawaran untuk Olimpiade musim panas 2020 dan telah mengundang olahraga catur dan Bridge untuk mendaftar. Rusia tengah berusaha membawa catur ke Olimpiade musim dingin. 

Yang rena ketahui catur sudah diakui sebagai olahraga di 24 dari 28 negara anggota Uni Eropa. Pengecualian adalah Inggris, Irlandia, Belgia dan Swedia. Di Swedia, kemungkinan catur akan dimasukkan mulai tahun depan. Dukungan datang dari organisasi pelatih olahraga Swedia yang mengagumi disiplin mental pada catur.

5. Catur Menuntut Kebugaran Jasmani

Banyak orang yang mengategorikan catur bukan sebagai olahraga karena pemainnya hanya duduk dan memindah-mindahkan buah catur dari satu kotak, ke kotak lainnya. Padahal, siapa pun yang pernah bermain catur sebelumnya pasti mengetahui bahwa bermain catur itu melelahkan. Setelah berjam-jam menyusun strategi dan mencari celah permainan lawan, pemain catur akan merasa kelelahan. Kelelahan mental itu akhirnya mewujudkan diri dalam kelelahan fisik. Ingat, pertandingan antara grandmaster catur bisa berlangsung selama berjam-jam. Kalau kondisi fisik mereka tidak prima, bisa saja mereka kehilangan fokus dan melakukan kesalahan.

Pemain harus berada dalam kondisi fisik yang baik. Pemain harus berkonsentrasi total hingga tujuh jam. Ketika stres dan ketegangan menumpuk, tekanan darah, denyut nadi, dan tingkat pernapasan semua meningkat. Peserta kejuaraan dunia catur pasti memiliki ahli gizi dan pelatih kebugaran.

6. Catur Merupakan Olahraga yang Kompetitif

olahraga kompetitif

Seperti olahraga lainnya, catur adalah permainan yang kompetitif. Tujuan utama permainan ini adalah memengangkan pertandingan dengan cara menaklukkan lawan dengan memakan raja atau memaksa lawan untuk menyerah. Setiap langkah harus dipertimbangkan. Jika konsentrasi salah satu pemain buyar, dan ia melakukan kesalahan, keunggulannya bisa berbalik dengan sekejap mata.

Catur melibatkan perjuangan tanpa henti melawan seseorang. Mungkin tidak ada kegiatan olahraga di mana dua orang terkunci dalam persaingan kompetitif dengan intensitas sedemikian rupa untuk periode waktu yang panjang.

7. Catur Memiliki Sistem Peringkatnya Sendiri

Sistem peringkat pemain dikembangkan untuk catur pada tahun 1960. Sistem ini akhirnya diadopsi juga oleh banyak cabang olahraga lainnya, diantaranya yaitu American Football, baseball, bola basket, hoki es, rugby, dan golf.

Sebuah situs Federasi Catur Dunia bernama FIDE (Fédération Internationale des Échecs) yang merupakan organisasi internasional yang mewadahi berbagai federasi catur nasional negara-negara di dunia. Dalam situsnya Fide.com juga membuat peringkat atau ELO rating para pemain catur Indonesia, diantaranya.

  1. Susanto Megaranto (Grandmaster)
  2. Novendra Priasmoro (Grandmaster)
  3. Yoseph Theolifus Taher (International Master)
  4. Sean Winsand Cuhendi (International Master)
  5. Irine Kharisma Sukandar (International Master/Grandmaster Wanita)
  6. Farid Firman Syah (International Master)
  7. Muhammad Lutfi Ali (International Master)
  8. Danny Juswanto (International Master)
  9. Azarya Jodi Setyaki (International Master)
  10. Anjas Novita (International Master)

Perhitungan tersebut ditentukan oleh rumus yang ditemukan oleh Profesor Arpad ELO. Dan jika ingin memilki ELO rating FIDE (internasional), pemain atau atlet catur harus mengikuti turnamen catur resmi yang diakui FIDE.

Seorang atlit catur diukur dari angka yang dinamakan dengan rating. Sistem peringkat ELO adalah suatu metode untuk menghitung tingkat keterampilan (skill) relatif pemain pada permainan antara dua pemain seperti catur.

Kesimpulan

Berdasarkan 7 alasan di atas, Rena akan memberikan kesimpulan bahwa catur dapat dianggap sebagai olahraga, karena kebugaran fisik yang diperlukan dan ketegangan fisik dirasakan oleh para pemain. Catur mungkin tidak membutuhkan gerakan fisik yang agresif seperti olahraga lain, tetapi semua olahraga memiliki persyaratan yang berbeda.

Jika ada dari Sobat Ourena yang ingin menyampaikan pendapatnya silakan untuk berkomentar di kolom bawah ini dan share postingan ini ke orang-orang yang Sobat Ourena sayangi.

5 Comments

Leave a Reply

Copy link
Powered by Social Snap