Bolehkah Olahraga Saat Puasa? Wajib Tahu Agar Tetap Sehat
Bolehkah Olahraga Saat Puasa? Wajib Tahu Agar Tetap Sehat

Bolehkah Olahraga Saat Puasa? Wajib Tahu Agar Tetap Sehat

Daftar Isi

Bolehkah Olahraga Saat Puasa?

bolehkah olahraga saat puasa

Hallo Sobat Ourena, tidak terasa bulan Ramadhan tinggal menghitung hari saja. Meski dalam suasana ibadah puasa, penting juga bagi para Sobat Ourena untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat dan bugar. Apalagi kita sedang dalam masa pandemi virus corona, jadi kita harus benar-benar menjaga kekebalan tubuh kita agar terhindar dari segala penyakit dengan cara rutiin berolahraga. Sebab itu berolahraga jadi hal yang sangat penting.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan yaitu bolehkah olahraga saat puasa? bagaimana dengan waktu yang tepat untuk olahraga saat puasa dan jenis olahraga apa yang tepat di saat puasa?

Ibadah puasa di bulan Ramadan wajib dilaksanakan oleh seluruh umat muslim. Di Indonesia, umat muslim berpuasa kurang lebih 10–12 jam. Selama kurun waktu tersebut, tubuh tak mendapatkan asupan makanan apapun.

Olahraga saat bulan puasa tetap dianjurkan terutama bila Anda memang rutin berolahraga sebelumnya. Meski demikian, perubahan pola makan saat puasa dapat memengaruhi aktivitas olahraga saat berpuasa.

Puasa bukan menjadi penghalang Anda untuk melakukan olahraga. Berolahraga justru akan membuat tubuh tetap bugar selama bulan Ramadan.

Berdasarkan pernyataan Rena di atas, terjawab sudah mengenai bolehkah olahraga saat puasa. Dapat disimpulkan bahwa Sobat Ourena bukan hanya boleh melainkan wajib untuk berolahraga saat puasa. Agar tubuh tetap sehat selama bulan Ramadhan, Rena menyarankan waktu olahraga saat puasa yang tepat untuk Sobat Ourena lakukan selama masa puasa. Simak waktu puasa yang Rena anjurkan agar Sobat dapat berolahraga saat puasa secara maksimal:

Waktu yang Tepat untuk Olahraga saat Puasa

Kebanyakan dari Sobat Ourena mungkin ada yang lebih memilih untuk tidak melalukan olahraga selama puasa berlangsung. Padahal perlu Sobat Ourena ketahui bahwa olahraga ketika berpuasa di bulan Ramadan mempunyai efek yang positif untuk kesehatan. tidak perlu khawatir, olahraga ketika berpuasa tetap aman untuk dilakukan yaitu dengan mengetahui waktu yang tepat dan baik untuk melakukan olahraga saat puasa.

Berikut merupakan 3 waktu yang Rena sarankan untuk semua Sobat Ourena agar dapat berolahraga secara maksimal saat puasa:

1. Setelah Buka Puasa

Setelah berbuka puasa, maka tunggulah Makanan dicerna dengan baik oleh tubuh. Apabila Sobat Ourena memaksakan diri untuk berolahraga ketika makanan belum selesai dicerna oleh tubuh, maka hanya kerugian yang akan Sobat peroleh. Namun sebaliknya tidak mengkonsumsi makanan yang berat ketika mereka puasa, agar sesi olahraga akan menjadi lebih efektif dan juga optimal dan sesudah berolahraga barulah Sobat Ourena bisa mengkonsumsi makanan yang berat. 

2. Setelah Isya

waktu yang tepat untuk olahraga saat puasa

Jika Sobat Ourena ingin lebih aman lagi, maka setelah isya merupakan waktu yang sangat Rena sarankan untuk melakukan olahraga. Dikarenakan pada jam 19. 00 ke atas, makanan yang Sobat konsumsi ketika berbuka puasa tercerna dengan baik oleh tubuh. Sehingga Sisi olahraga Sobat pun akan menjadi lebih berenergi. 

3. Sebelum Sahur

Waktu yang terbaik lainnya untuk melakukan olahraga di bulan puasa Ramadan yaitu adalah sekitar setengah jam sebelum sahur. Minum air yang banyak agar dapat menjaga tubuh supaya tetap terhidrasi . Sesudah itu maka berolahragalah, dikarenakan sebelum sahur merupakan waktu berolahraga yang disarankan selama bulan puasa Ramadan.

Akan tetapi perlu diingat bahwa Sobat Ourena di bulan puasa tidak boleh melebihi selama 60 menit. Disamping itu sama batasilah olahraga kardio sebanyak 2 kali saja di dalam seminggu, pilihlah olahraga yang menurut Sobat Ourena ringan. Berikut merupakan penjelasan lanjutan mengenai waktu olahraga yang tepat saat puasa

Rekomendasi Jenis Olahraga saat Puasa

Sebelum Sobat Ourena mengetahui berbagai jenis olahraga saat puasa, perlu ditegaskan bahwa olahraga fisik ketahanan, plyometrics, kecepatan, dan kelincahan harus dihindari sepenuhnya. Dengan kata lain, pilihlah jenis olahraga yang ringan dan berintensitas rendah.

Jangan salah, olahraga ringan dan berintensitas rendah memiliki dampak baik untuk kesehatan tubuh sobat. Sebuah riset dari Universitas Georgia, Amerika Serikat bahkan menyatakan, olahraga ringan berintensitas rendah bisa mencegah rasa lesu.

Berikut ini adalah rekomendasi Rena untuk jenis olahraga saat puasa yang bisa dilakukan oleh para Sobat Ourena agar maksimal:

1. Jalan Kaki / Jogging

jogging

Jalan kaki dianggap sebagai olahraga ringan yang boleh dilakukan saat puasa. Bahkan jalan kaki di tempat sekalipun! Sebab, jalan kaki memiliki banyak manfaat untuk tubuh, termasuk menjaga kebugaran jantung dan paru-paru, menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke, memperkuat tulang dan menstabilkan tubuh, meningkatkan kekuatan serta ketahanan otot, hingga mengurangi lemak tubuh. 

Sobat Ourena tidak perlu jauh ke luar rumah untuk melakukan joging. Di halaman depan rumah saja, Sobat juga bisa melakukan joging. Bahkan sambil menunggu berbuka puasa sekalipun.

2. Jalan Cepat

Bagi Soabt Ourena yang tidak terlalu nyaman dengan joging, jalan cepat menjadi alternatif olahraga yang tepat. Sobat Ourena cukup melakukan olahraga jalan cepat selama 30 menit untuk menjaga kebugaran tubuh. Waktu yang tepat untuk melakukan olahraga tersebut, yaitu saat setelah ibadah salat subuh atau menjelang waktu berbuka.

3. Gowes

Gowes

Disini siapa si yang engga suka gowes atau bersepeda, pastinya banyak dari Sobat Ourena yang gemar dengan olahraga ringan satu ini. Bersepeda adalah jenis olahraga saat puasa yang mengasyikkan, yang bahkan bisa dilakukan sambil “ngabuburit”.

Bersepeda selama 30 menit saja memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot, meningkatkan mobilitas sendi, hingga meredakan stres. 

Bersepeda selama 45 menit dapat membakar kalori hingga 300 kalori untuk wanita dan 350 kalori untuk pria. Waktu yang tepat untuk bersepeda sama dengan waktu joging, yaitu setelah ibadah salat Subuh atau menjelang waktu berbuka.

4. Naik-turun Tangga

Naik-turun tangga memang kerap dianggap sepele. Padahal, jenis olahraga saat puasa ini memiliki banyak manfaat dan berintensitas rendah.

Manfaat naik-turun tangga meliputi membakar kalori, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan ketahanan tubuh dalam berolahraga, hingga menambah kekuatan tubuh.

Olahraga ini dapat dilakukan dengan intensitas normal dan tidak berlebihan. Naik turun tangga juga dapat membakar kalori hingga 178 kalori setiap 10 menit.

5. Tai Chi

bolehkah olahraga saat puasa

Dari gerakannya saja, tai chi sudah terlihat seperti jenis olahraga yang tidak memakan energi banyak. Namun jangan salah, manfaat tai chi sangatlah beragam, mulai dari meningkatkan otot, kestabilan, dan fleksibilitas tubuh, sampai meningkatkan fungsi kognitif.

Dari pada bingung apa itu tai chi, Rena akan memberikan video mengenai tai chi agar Sobat Ourena juga dapat melakukannya di rumah. 

Tips Berolahraga Saat Puasa

Selain waktu dan jenis olahraga yang tepat seperti yang sudah Rena jelaskan di atas, perlu Sobat ketahui beberapa tips agar terhindar dari bahaya atau gangguan kesehatan ketika berolahraga saat puasa, maka dari itu Sobat Ourena perlu memperhatikan 3 hal berikut: 

1. Perhatikan Asupan Makanan

Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, Sobat usahakan untuk tetap memakan makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan, dan juga makan beragam makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa. Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

Pemilihan asupan makanan ini sangat penting agar tubuh tetap kuat dalam berpuasa, dan juga tetap bugar dengan menerapkan olahraga. Saat sahur, sebaiknya konsumsi karbohidrat kompleks dan makanan berserat supaya energi dalam tubuh tidak cepat habis. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan protein, Sobat juga bisa konsumsi ikan, daging, dan telur.

2. Penuhi Cairan dalam Tubuh

Penuhi carian dalam tubuh
Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca panas. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.
 
Selain itu, Sobaat Ourena juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.

3. Perhatikan Jam Tidur

waktu tidur saat puasa

Tips terakhir olahraga saat puasa yang aman yaitu Sobat Ourena harus memperhatikan waktu istirahat. Pasalnya, untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. 

Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang selama berpuasa terkadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari.

Itulah penjelasan mengenai bolehkah olahraga saat puasa, waktu dan jenis olahraga saat puasa serta tips aman berolahraga saat puasa. Jika ada dari Sobat Ourena yang ingin berdiskusi atau menanyakan sesuatu silakan gunakan kolom komentar di bawah ini. Share postingan ini ke orang-orang yang Sobat sayangi dan selamat menyambut bulan suci Ramadhan bagi Sobat Ourena yang merayakan.

22 Comments

Leave a Reply

Copy link
Powered by Social Snap